plkb loakulu

Sunday, 24 May 2015

PLKB KECAMATAN LOA KULU 
LAKUKAN PENDATAAN KELUARGA 2015


Posko PK 2015 Kecamatan Loa Kulu

Berdasarkan Undang-Undang nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembengunan Keluarga serta Peraturan Pemerintah no 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, Dan Sistem Informasi Keluarga, terdapat dalam Pasal 41
(1) Penyelenggaraan Sistem Informasi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39  bertujuan menyediakan Data dan Informasi Keluarga  melalui Pendataan Keluarga, untuk dapat digunakan oleh Pemerintah dan  Pemerintah  Daerah  sebagai dasar penetapan kebijakan, penyelenggaraan perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga, Keluarga  Berencana, dan pembangunan lain. 

Sosialisasi Mekanisme dan Taracara PK 2015

 Kader Jonggon Jaya

 Kader Jonggon Jaya
Pasal 53
(1)  Pendataan keluarga wajib dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota secara serentak setiap 5 (lima) tahun untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan, serta pemanfaatan data dan informasi kependudukan dan keluarga.
 Pasal 53
      (3) Pendataan keluarga sebagaimana dimaksud pada  ayat (2) dilakukan oleh Kader   setempat di bawah pembinaan   penyuluh Keluarga  Berencana    dan/atau petugas lapangan   Keluarga Berencana (PKB/PLKB).

 Suasana Penjelasan Mekanisme dan Tatacara PK 2015 Desa Sepakat

Dari landasan hukum tersebut diatas maka PLKB Loa Kulu secara serentak melaksanakan PK 2015 setelah mendapat instruksi dari UPTB I BKBP3A Kukar, namun disayangkan seyogyanya PK 2015 ini dimulai tanggal 1 Mei berhubung keterlambatan distribusi instrumen PK 2015 hingga kecamatan Loa Kulu maka dimulai 11 Mei 2015.


Suasana Penjelasan Mekanisme dan Tatacara PK 2015 Desa Sepakat

Sebenarnya pelaksanaan sosialisasi dan penjelasan tatacara pelaksanaan PK 2015 sudah dilaksanakan oleh masing-masing PLKB semenjak akhir bulan April 2015 kemarin. "Kami siap mensukseskan pendataan ini meskipun start-nya terlambat", kata salah seorang Kader Kecamatan Loa Kulu.  

Monday, 9 March 2015

PLKB menjadi garda terdepan suksesnya program BKKBN


Reporter : Dede Rosyadi | Selasa, 10 Februari 2015 10:13




Merdeka.com - Untuk menindaklanjuti kondisi Petugas Lini Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sesuai dengan undang undang nomor 23 tahun 2015 dan surat edaran Kementerian Dalam Negeri 120/253/SJ terkait pengelolaan tenaga Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana, Komisi lX DPR akan mengumpulkan lembaga terkait. Lembaga-lembaga tersebut yakni, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ini akan membawa arah yang jelas untuk BKKBN sebagai salah satu lembaga Pemerintah yang turut memajukan bangsa.

Terkait masalah tersebut Kepala Sub Direktorat Keluarga Berencana Direktorat Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ahmad Taufik mengatakan untuk saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah terhadap petugas lini lapangan KB/PLKB baik dari kualitas, kesejahteraan, penugasan, dan sebagainya.

"Padahal UU 23/2014 mengamanatkan urusan KB adalah urusan wajib namun bukan pelayanan dasar. Pelayanan dasar dalam kesehatan adalah termasuk pelayanan KB, sehingga dimungkinkan untuk membuat SPM (standar pelayana minimal)," kata Taufik di Jakarta, Senin (9/2).

Dia menambahkan, jika pengelolaan PLKB menjadi urusan pusat dan pendayagunaan PLKB menjadi urusan kab/kota akan berdampak pada kebijakan perangkat, SDM, dan penganggaran. Hal itu karena tidak optimalnya advokasi kepada para pemangku kepentingan, terutama di tingkat daerah.

"Advokasi kepada para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan di pemerintahan daerah dan legislatif daerah telah dilakukan, namun hasilnya tidak berarti, seperti masih kurangnya komitmen pemerintah daerah terhadap KB baik dari kebijakan dan penganggaran, maupun kelembagaan," paparnya.

Menurut Taufik,SPM atau NSPK yang disampaikan kepada Pemerintah dari BKKBN tidak dilaksanakan dengan baik, seperti rasio petugas KB di desa yang seharusnya ideal 1 desa dikelola oleh 1 s/d 3 orang petugas tidak diupayakan, dan semakin menyusutnya jumlah petugas KB.

Melalui UU 23/2014 telah diupayakan untuk mengangkat PLKB agar berdayaguna dalam urusan pengelolaan. Hal ini dilakukan tetapi tidak mempertimbangkan peraturan perundangan yang ada dan sumberdaya yang dibutuhkan.

"Beban penganggaran (gaji) kepada para PLKB, jika jumlah PLKB sebanyak 20 ribu kalau rata-rata 10-20 juta maka dibutuhkan sekitar Rp 200 miliar Rp 400 miliar atau lebih," jelasnya.

Anggaran pembangunan KB saat ini, lanjut dia, hanya sekitar sebesar Rp 3 triliun, untuk pembangunan hanya sekitar sebesar 75 persen dan sekitar 25 persen untuk overhead (gaji dan operasional perawatan, serta dukungan manajemen).

"Dalam kebutuhan pembangunan KB dengan sistem SJSN kesehatan memerlukan dana yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan PBI dan sarana san prasarana serta infrastrukturnya," ujarnya.

Menurut Taufik untuk kebijakan ke depannya ada program jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka pendek yakni: pertama, pelaksanaan secara operasional oleh BKKBN.

Kedua, menyusun SPM dan NSPK dari BKKBN selaku lembaga pelaksana sektor kependudukan dan KB untuk dilaksanakan minimal oleh pemerintah daerah (utamanya tentang PLKB, baik rasio cakupan wilayah tugas maupun kualitas SDM).

Ketiga, menyusun peraturan pelaksanaan UU 23/2014 tentang urusan pemerintahan dan terus menguatkan advokasi kepada pemerintah daerah dengan membuat komitmennya sebagai realisasi hasil advokasi, yaitu tentang kejelasan kebijakan, penganggaran, dan kelembagaan di pemerintahan daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

Untuk jangka panjang, sambung dia, upaya yang telah dirumuskan dalam arah kebijakan RPJMN 2015-2019 yaitu:

Pertama, harmonisasi kebijakan dan peraturan perundangan terkait pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (identifikasi, dan harmonisasi peraturan).

Kedua, penguatan kelembagaan (institusi, koordinasi, ketenagaan, dan program).

Ketiga, penguatan advokasi kepada para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan (eksekutif dan legislatif).

Keempat penguatan KIE KB kepada masyarakat baik melalui media maupun tenaga (PLKB dan bidan).

Kelima, peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata.

Dan keenam, penguatan data dan lnformasi semua ini membutuhkan peran dan tugas tenaga lini lapangan (PLKB) sebagai pelaksana di lini terdepan.


Thursday, 26 February 2015

 SUPERVISI KABID KB BADAN KBP3A KAB. KUKAR 
KE KECAMATAN LOA KULU



Loa Kulu, Kepala Bidang KB (Ibu Hj.Zaifah.N) berserta rombongan (Bp. Budi dan Ibu Yusi) kamis (26/2) melakukan kegiatan supervisi dan monitoring ke kecamatan Loa Kulu. kegiatan ini bertujuan untuk melihat serta mengetahui apa saja kendala-kendala yang mungkin ditemukan petugas dilapangan, selain me-refresh kembali format catatan, register dan kartu (C/R/K) yang menjadi bahan laporan petugas kepada atasannya.



Dalam sambutannya Hj.Zaifah menginformasikan tentang format yang digunakan telah berubah yaitu dari 10 ke 13. "mulai tahun 2015 ini format laporan hendaknya menggunakan format 13 sebagai contoh F/II/KB/13 sedangkan F/II/KB/10 tidak digunakan lagi" kata beliau. 
Selain kepada Petugas lapangan ronbongan juga mengunjungi salah satu Klinik/Faskes KB serta Bidan Praktek Swasta yang ada di Loa kulu, hal ini tentunya mendapat respon positif dari petugas dan para Bidan agar dapat meningkatkan komitmen serta kerjasama dibidang KB kedepan.


Kegiatan tersebut diikuti/dihadiri oleh seluruh petugas Lapangan Keluarga Berencana serta Koordinator PKB/PLKB kecamatan Loa kulu (St.Mu'asanah). 
"kami sangat berterima kasih atas kunjungan Ibu dan kami harapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja serta pencapaian target dari apa yang diharapkan" kata salah seorang PLKB.

Saturday, 14 February 2015

KUNJUNGAN SILATURAHMI KADER IMP KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KE DESA MARGAHAYU KECAMATAN LOA KULU


 Margahayu (14/02), Rombongan kader Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) Kecamatan Tenggarong Seberang mengunjungi Kader PPKBD dan Sub PPKBD Desa Margahayu, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kader-kader desa Jonggon Jaya, Ponoragan, Loh Sumber dan Sumber Sari.


Rombongan kader IMP Tenggarong Seberang yang di koordinir oleh Sri Kumoro disambut oleh Yohan Kalapadang (sekretaris UPTB I) dan St.Mu'asanah (Koordinator PKB/PLKB Kecamatan Loa Kulu) juga disambut hangat oleh Raharyono (Pj.Kades Margahayu), "kami merasa sangat tersanjung dengan kunjungan dari Kecamatan Tenggarong Seberang dan kami sampaikan bahwa untuk kader-kader kami dari Margahayu untuk dapat menimba ilmu juga dari Kecamatan Tenggarong Seberang" kata Pj. Kades.



Kegiatan tersebut selain untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama kader, kegiatan tersebut  bertujuan untuk menggali pengalaman serta informasi dari para kader untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ada di wilayah binaannya masing-masing.
Dalam sambutannya Yohan Kalapadang (Sekretaris UPTB I) menyampaikan bahwa "kegiatan yang diprakarsai oleh  Ibu Sri dan Ibu Mu'asanah ini perlu diapresiasi positif bahwasanya untuk kegiatan kunjungan kader ini baru pertama kali dilakukan dan yang lebih membanggakan kegiatan ini tidak mengeluarkan biaya ekstra untuk mengunjungi kader-kader di luar Daerah namun cukup belajar dan bertukar pengalaman di lingkungan Kukar saja".

Perlu diketahui bahwa "PPKBD Melati" Desa Margahayu ini pernah meraih juara pertama Lomba PPKBD Tingkat Provinsi dan mewakili Kaltim ke Tingkat Nasional pada tahun 2012 kemarin.

Thursday, 18 December 2014

TP PKK KECAMATAN LOA KULU MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBINAAN 10 PROGRAM POKOK PKK BAGI DESA SE-KECAMATAN LOA KULU


 Loa Kulu, 18/12. Tim Penggerak PKK Kecamatan Loa Kulu, melaksanakan kegiatan Pembinaan 10 Program Pokok PKK bgi desa se-kecamatan Loa Kulu, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat loa kulu Agus Syarif, S.Sos.
Dalam sambutannya Camat Loa Kulu juga menghimbau kepada para kepala desa yang ada di kecamatan loa kulu "agar memperhatikan PKK yang ada di Desanya masing-masing sehingga kegiatan PKK dapat berjalan dengan baik." kata Camat Loa Kulu.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa Kepala Desa yang ada di Kecamatan Loa Kulu, beliau mengapresiai kepada Kepala Desa yang hadir.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kembali kretifitas serta meningkatkan semangat bagi Anggota PKK di desa untuk menjalankan kegiatan PKK yang ada di desa, kata Ketua PKK Kecamatan Loa Kulu, Armawaty Agus Syarif.


 Materi sendiri terdiri dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di masing-masing Pokja yang langsung disampaikan oleh masing-masing ketua pokja PKK Kecamatan Loa Kulu 
Pokja I oleh  Listiati S.Sos
Pokja II oleh  Fletty Ivone K
Pokja II oleh  Fitria Handayani, dan 
Pokja IV oleh  Dra. ST. Mu'asanah

Selain penyampaian meteri oleh masing-masing ketua Pokja juga dilakukan pembagian kelompok kerja, agar materi yang disampaikan dapat diserap secara baik oleh para peserta PKK Desa yang ada, juga untuk mengetahui sejauh mana kegiatan PKK di Desa dengan mendengar kendala-kendala dan keadaan yang ada di Desa se-Kecamatan Loa Kulu.

Monday, 15 December 2014

 PEMERINTAH DESA JEMBAYAN DALAM
MELAKSANAKAN KEGIATAN SOSIALISASI BEKERJASAMA DENGAN PLKB


Jembayan Dalam, Pemerintah Desa Jembayan Dalam melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan dan Bahaya Napza & HIV Aids untuk warganya.
Pemerintah Desa Jembayan Dalam serius ingin meningkatkan pembangunan bidang SDM masyarakatnya hal ini disampaikan oleh Yusni,SE (Pj.Kades Jembayan Dalam) 
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan PKB/PLKB Kecamatan Loa Kulu dengan menitikberatkan pada penyampain informasi-informasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, serta menggali dan mencari solusi untuk kendala-kendala /permasalahan yang mungkin dihadapi oleg warga Desa Jembayan Dalam



Dalam sambutannya Yusni,SE menyampaikan bahwa "apa artinya jika pembangunan (infrastruktur) dilaksanakan tanpa dibarengi dengan pembangunan (SDM), tentunya dalam pembangunan hendaklah dilakukan secara seimbang".
Sosialisasi tersebut selain dihadiri oleh keterwakilan masyarakat juga perangkat desa setempat mereka menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
"kegiatan ini tentunya selain menambah pengetahuan kami juga membuka wawasan kami tentang pendewasaan usia perkawinan dan bahaya HIV Aids" kata Rizal (Perangkat Desa Jembayan Dalam)..........

Antusiasme peserta Sosialisai



Wednesday, 17 September 2014

SERTIJAB CAMAT LOA KULU
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA


Loa Kulu, Serah terima Jabatan (Sertijab) Camat Loa Kulu dari Camat sebelumnya yang diwakilkan oleh Sekretaris Camat H.Adriansyah,SH kepada Camat yang baru Agus Syarif.S.Sos dilaksanakan di BPU Kantor Camat Loa Kulu Kamis, 18 September 2014. 



Acara sertijab ini disaksikan oleh Kabag Administrasi Pemerintahan Setkab Kukar Drs.Sunggono.,MM, Unsur Muspika Kecamatan Loa Kulu, Kepala Desa di lingkungan Kecamatan Loa Kulu, serta Seluruh Pegawai Kecamatan Loa Kulu.



Dalam sambutannya Drs.Sunggono.MM menyampaikan bahwasanya dalam kegiatan Kepegawaian "mutasi" pegawai sudah lumrah dilaksanakan dan bukan merupakan barang yang baru di dalam peraturan kepegawaian. 
Beliau juga berpesan kepada Camat yang baru agar jabatan ini sebaiknya dijalankan dengan sebaik-baiknya, oleh karnanya jangan ada sekat antara camat dengan kepala desa yang ada dilingkungan Kecamatan Loa Kulu 
Selain tugas atributif camat juga mengemban tugas delegatif dari kepala daerah, guna kesuksesan pembangunan khususnya di Loa Kulu, perbaikan sistem dan komunikasi perlu dilakukan, apalagi tidak lama lagi ada pemilihan Kepala Daerah (Bupati) di tempat kita.


"Selamat kepada Bapak Agus Syarif,S.Sos, semoga dengan kepemimpinan Camat yang baru ini beliau (Camat) lebih memperhatikan Program Kependudukan dan KB yang ada di Loa Kulu", kata salah seorang PLKB Loa Kulu. Dalam mengambil kebijakan hendaklah seorang pemimpin khususnya Camat dapat berorientasi dan berwawasan pada isu-isu Kependudukan dan Keluarga Berencana. Apalagi Loa kulu merupakan salah satu daerah yang memiliki penduduk yang cukup banyak mengingat pertumbuhan penduduk Loa Kulu yang terus bertambah dikarenakan loa kulu merupakan salah satu tujuan bagi saudara-saudara kita yang ingin merubah kehidupannya, mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Loa Kulu.

foto-foto by (Budi.R)